SENAT, CINTA LOKASI DAN KEHAMILAN
Setiap kali ku mendengar nama senat, dadaku melambung. Masih ingat waktu masih jadi mahasiswa. Tidak tanggung-tanggung walau mungkin hanya sampai di wakil senat Diploma 3 Keperawatan. Menjadi anggota senat adalah dambaan semua mahasiswa. Siapa yang tak ingin. Status keren, dikenal semua dosen, terkenal di semua kalangan civitas akademika. Yang tak kalah hebat pamor naik nich dimata mahasiswa-mahasiswa baru (yang cewek-cewek), sehingga bisa nembak salah satu cewek yang memang ku incar. Hem, itulah poin plus jadi anggota senat.
Menjadi senat itu identik dengan pinter (walau mungkin kebanyakan minterin kali ya......). Setiap punya agenda kegiatan yang mengatas namakan kegiatan kampus, dari sekedar bukber di kampus, tahlilan bareng, traweh, tadarusan sampai beli makan buat bukber, maka dibentuklah panitia yang dipilih berdasarkan incaran masing-masing anggota. Lalu dibentuk panitia kecil dimana dirinya bisa selalu satu kelompok dengan cewek incarannya. Seringnya pertemuan kecil itulah sehingga menumbuhkan minat pada cewek yang memang sengaja diincar tuh. Dan tak terasa tumbuhlah cinta yang berawal dari pertemuan kecil, ajakan kecil, bukber, tahlilan bareng dll dan lokasi selalu sama. Orang bilang hanya cinta lokasi kok, paling-paling setelah keluar dari lokasi itu sudah g’ cinta, hehehe. Uh, cinta kok gitu ya? Tapi, gak juga kok. Kegiatan kampus yang padat, rapat sampai malam bahkan sampai tengah malam, mencari donatur untuk mensukseskan acara dilakukannya bersama walau sampai lupa habitat yang asli. “aduh capek nich” dan bukan hal aneh kalau “temannya” tiba-tiba mijetin punggungnya, lalu menjalar ke pinggang dan dalam kebersamaan itu lalu meluncur kata “kamu cantik dek, sebenarnya sejak ospek dulu q perhatian ma kamu, dan sengaja ku mengajak kamu untuk aktif di kegiatan kampus dan kamu benar-benar telah membuatku terpana, ku menyayangimu dek, bagaimana kalau kita jadian?” mantap bukan.
Sampai suatu hari, di kegiatan senat si cewek berkicau di akun Fbnya “OTW ke Kangean mengajukan proposal kegiatan dikampusku bersama Abiku, asik,asyik,asyik”. Dan tak lama dari kicauan itu sebuah keputusan maha penting menghadang. “Kalian telah melanggar pernyataan ketika kalian menjadi maba disini”. “Oh tidak tuan, kami melakukanya secara halal, anak yang ada dalam kandungannya halal, kami sudah menikah secara agama, jadi atas nama logika kami tidak salah, kami tidak melanggar hukum Tuhan”. Sampai pada puncak penyesalan di akun Fbnya ia berceloteh “Atas nama logika, saat berduaan setan membisikku, nafsu menggagahiku, birahi mencumbuku dan ku tak mampu mengendalikan diri, terbuai dalam kenikmatan terlarang. tapi mungkin pengalaman ini akan mendewasakanku, tak boleh disesali, karena segalanya telah terlambat. Selamat datang babyku.”
Itu hanya sedikit cerita dari tumpukan cerita. Seperti fenomena gunung es, yang tampak dipermukaan sangatlah sedikit. Cerita cinta lokasi berawal dari pertemuan karena aktif di kegiatan yang sama, waktu yang mendukung, suasana yang mendukung. Akhirnya apa yang diinginkan jadilah. Kalian tidak percaya?? Lihat saja kisah-kisah asmara mereka di kamar pojok parkiran kampus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar